IPDN/STPDN Watch
upaya mengingat kepentingan hajat hidup Masyarakat

Dedi Ariesta

BANDUNG–MIOL: Walau menjadi tersangka tewasnya Wendi Budiman, 21, warga Dusun Ciawi, Desa Cikeruh, Kecamatan Jatinangor, lima praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), tetap berhak menyandang gelar Pamong Praja Muda.

Meski tidak mengikuti wisuda yang digelar kemarin di Kampus IPDN Jl Jatinangor, karena harus menjalani pemeriksaan di Polres Sumedang, namun kelima praja tersebut, masing-masing Charles Sirait, Dedi Ariesta, Piter Rahmawan, Wan Hendri, Mapa Eka Putra dinyatakan lulus.

Rektor IPDN Johanis Kalloh, Jumat (3/8) mengatakan kelima wasana praja itu berhak menyandang gelar Pamong Praja Muda karena secara akademik kelulusan mereka telah memenuhi syarat.

“Hanya saja mereka tidak mengikuti wisuda karena harus menjalani proses hukum (di Polres Sumedang),” jelas Kalloh.

Selain meluluskan kelima tersangka pelaku pengiayaan sehingga menewaskan Wendi, IPDN juga mewisuda 1.143 praja wasana lainnya. Menurut Kalloh seluruh praja wasana IPDN, yang jumlahnya 1.158, dinyatakan lulus. Namun, ada 10 praja yang tidak hadir saat diwisuda.

“Lima praja masih tersangkut hukum, dan lima lainnya masih menjalani kuliah lapangan,” jelas Kalloh.

Sementara itu pengukuhan Pamong Praja Muda, yang rencananya akan dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono besok, dibatalkan. “Namun hal ini tidak ada kaitannya persoalan itu (kasus penganiayaan),” jelanya. (EM/SG/OL-06)

Belum Ada Tanggapan to “Dedi Ariesta”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: