IPDN/STPDN Watch
upaya mengingat kepentingan hajat hidup Masyarakat

– Dr Dengare Pane

STPDN Sebaiknya Datangkan Psikiater

Bandung, 24 September 2003 18:34

Kepala Rumah Sakit Jiwa Bandung Dr Dengare Pane mengatakan, untuk mengevaluasi dan membenahi sistem pembinaan praja di STPDN, pihak manajemen sebaiknya mengundang psikiater untuk mengevaluasi kembali kondisi psikis semua praja.

“Tanpa dilakukan tes psikologi secara detil tak mungkin bisa diketahui gejala psikis apa sebetulnya yang dialami oleh para praja saat ini, apakah betul gejala kekerasan itu akibat ekskusifisme lingkungan asrama atau karena sejak sebelumnya psikis praja terkait memang sudah bermasalah,” katanya, di Bandung, Rabu.

Saat ditanya tentang masalah tersebut, kepada Antara dia mengungkapkan, munculnya gejala kekerasan yang terjadi di kalangan praja STPDN belum tentu sepenuhnya akibat pola asuh atau pengaruh lingkungan setempat.

Sebab bisa terjadi, sifat dan karakter kekerasan tersebut memang telah dimiliki oleh masing-masing praja sejak mereka berada di lingkungan rumah meski mungkin dengan kadar yang masih sedikit.

Menurut dia, praja dengan kondisi psikis yang demikian kondisi seketat apa pun tetap akan dijadikan wahana untuk melampiaskan karakternya yang memang punya kecenderungan kuat untuk melakukan kekerasan. “Lebih-lebih kalau mereka kemudian berkumpul secara kolektif mudah sekali untuk meluapkan kekerasan hingga melampaui batas, meski setelah sadar kembali mereka merasa menyesal,” katanya.

Untuk mengevaluasinya, kata dia, setiap praja terutama praja tingkat satu sebaiknya melakukan tes psikometri untuk memastikan dan mengukur kondisi psikisnya saat sebelum berinteraksi secara intens dengan lingkungan kampus STPDN.

Ia mengatakan, karena targetnya tentu ingin membenahi generasi praja yang akan datang, jadi praja yang baru masuk itulah yang mulai saat ini perlu perhatian khusus agar dipastikan sehat secara pisik dan psikis. “Hasil tes itu juga bisa dibandingkan secara rata-rata dengan hasil tes psikometri terhadap praja tingkat dua dan tingkat tiga sehingga akan didapat gambaran atau pola perkembangan psikologis praja STPDN secara umum,” katanya.

Yang lebih penting lagi, kata dia, apabila ternyata ditemui ada praja yang mengalami kelainan dalam pola psikisnya dapat segera dilakukan terapi supaya tidak menimbulkan ekses yang tidak diinginkan.

“Jadi tes psikometri itu sangat penting untuk dilakukan sebelum dibuat langkah-langkah untuk mengatasi gejala kekerasan yang terjadi saat ini. Sebelum dilakukan tes tak bisa secara gegabah ditunjuk begitu saja penyebab dari gejala kekerasan tersebut,” katanya.

Angkatan terakhir

Sementara itu, Ketua Program Pasca Sarjana STPDN, Prof Dr Sadu Wasistiono mengatakan, sebelum mencuatnya kasus kematian Wahyu Hidayat, Mendagri dan semua petinggi STPDN telah berkali-kali rapat untuk melakukan pembenahan.

“Jadi mencuatnya kasus Wahyu memang banyak mendatangkan hikmah, antara lain program pembenahan yang sudah lama tertunda sekarang bisa dipercepat. Dengan adanya rencana Mendagri untuk menggabungkan STPDN dengan IIP maka praja STPDN angkatan 2003 merupakan angkatan yang terakhir karena setelah itu akan dilakukan perombakan total termasuk dalam sistem rekrutmen praja,” katanya.

Namun demikian, kata dia, adanya rencana perombakan tersebut tidak boleh menghambat program pendidikan ke-4.300 praja yang ada saat ini supaya mereka bisa tetap melanjutkan pendidikannya hingga selesai sesuai dengan program semula.

“Rencananya setelah digabungkan nanti akan ada tiga jurusan yaitu jurusan Ilmu Pemerintahan, Pelayanan Masyarakat, dan Keuangan Daerah,” ujar Prof Sadu Wasistiono. [Tma, Ant]

http://www.gatra.com/2003-09-25/versi_cetak.php?id=31311

Belum Ada Tanggapan to “– Dr Dengare Pane”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: