IPDN/STPDN Watch
upaya mengingat kepentingan hajat hidup Masyarakat

***WENDI BUDIMAN (PENARIK OJEK)

Lima Praja IPDN Jadi Tersangka Pembunuhan

”Sejak awal sebaiknya IPDN dibubarkan saja.”

SUMEDANG — Sejumlah Praja IPDN diduga melakukan penganiayaan kepada Wendi Budiman (21 tahun), warga RT 03/RW 06 Dusun Ciawi, Desa Cikeruh, Kecamatan Jatinangor, Kab Sumedang, hingga meninggal dunia, Sabtu (21/7).

Polres Sumendang, Senin (23/7), memeriksa delapan wasana praja (tingkat 4), empat purna praja, dan tujuh orang warga terkait kasus pembunuhan Wendi yang berprofesi sebagai tukang ojek. Polisi kemudian menetapkan lima praja sebagai tersangka dalam kasus ini dan langsung menahan mereka di Tahanan Mapolres Sumedang. Kelima wasana praja atau praja tingkat IV tersebut adalah Charles Sirait asal Jayapura, Dedi Ariesta Parampas asal Sulawesi Tenggara, Wan Hendri asal Riau, Nova Eka Putra asal Lampung, dan Fiter Rahmawan asal Sulawesi Tenggara. ”Hasil pemeriksaan ke delapan praja dan saksi-saksi, saya perintahkan status kelima praja dinaikkan sebagai tersangka,” ujar Kapolda Jabar, Irjen Pol Sunarko Danu Ardanto, Senin (23/7).

Sementara tiga wasana praja lainnya, kata Sunarko, pihaknya masih mendalami mereka dengan mendengarkan kesaksian-kesaksian lain. Ketiga praja tersebut adalah Jack Gustamar asal Gorontalo, M Yones asal Riau, dan Abdul Halim asal Sulawesi Tenggara. Dalam pemeriksaan saksi di Polres Sumedang, menunjukkan, aksi kekerasan tersebut berawal ketika korban bertemu dengan belasan purna dan wasana praja di Pool Time Billiar Jatinangor Town Square (Jatos) Sabtu (23/7). Di lokasi biliar tersebut, para praja ini bertemu dengan korban bersama dua temannya, Hardik dan Andi.

Saat itu, rokok yang sedang diisap korban jatuh dan sempat mengenai pundak salah seorang praja IPDN. Melihat kondisi tersebut, korban sempat meminta maaf kepada praja tersebut. Ketika korban akan mengambil rokok, praja tersebut menginjak rokoknya. Akibat ulah praja tersebut, korban tak terima. Adu mulut antara korban dan pelaku berlanjut pada aksi pengeroyokan. Karena melihat rombongan praja lebih banyak, teman korban melarikan diri. Sementara korban terus dipukuli dan diinjak oleh belasan purna dan wasana praja.

Dalam keadaan luka akibat aksi pengeroyokan, Wendi diboyong ke rumahnya. Ahad (22/7), Wendi sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumedang. Ahad (22/7), RSUD Sumedang menyatakan Wendi telah meninggal dunia. Menyikapi kematian salah satu warga itu, ratusan warga Jatinangor yang simpati terhadap korban, mendatangi kampus IPDN, Senin (23/7). Mereka mendesak pembubaran IPDN. Bahkan, mereka mengecam IPDN karena sering mengotori kawasan Jatinangor dengan tindak kekerasan.

Pembantu Rektor III IPDN, Indrarto, mengaku prihatin dengan kejadian tersebut. Secara lembaga, pihaknya menyetujui bila kasus tersebut diproses secara hukum. Ketua DPR, Agung Laksono, merasa geram dengan jatuhnya korban ini. ”Sejak awal sebaiknya IPDN dibubarkan saja. Kondisi yang ada ternyata tidak pernah mampu mengendalikan keadaan. Jadi, bubarkan dan langsung bongkar bangunan yang lama, bentuk bangunan yang baru yang tidak menghasilkan situasi yang memalukan ini,” katanya, Senin (23/7). san/wed, Republika, Selasa, 24 Juli 2007.

http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=301114&kat_id=59

Belum Ada Tanggapan to “***WENDI BUDIMAN (PENARIK OJEK)”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: