IPDN/STPDN Watch
upaya mengingat kepentingan hajat hidup Masyarakat

– Aidil Zulfahmi

PADANG–MIOL: Beberapa kalangan mendesak pemerintah Provinsi Lampung menghentikan pengiriman lulusan SLTA asal Sumatra Barat (Sumbar) ke Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Ini berkaitan dengan penganiayaan 3 praja (mahasiswa) perguruan yang dulu bernama STPDN tersebut, terhadap yuniornya.

“Apa yang dilakukan tiga praja tersebut membuktikan sistem pendidikan yang diterapkan di IPDN tidak memenuhi standar ilmu-ilmu psikologi pendidikan,” kata Guru Besar Universitas Negeri Padang (UNP) Mohammad Ansyar kepada Media, Senin (14/11).

Sebelumnya, tiga praja IPDN masing-masing Heri Syafani, 23, Anhal Mulia Perkasa, 21 dan Tommy TRD, 20 menjadi tersangka karena menganiaya juniornya, Aidil Zulfahmi, 19, Selasa (8/11) dan Rabu (9/11) lalu, di Padang.

Menurut Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) Poltabes Padang, Komisaris Mukti Juharsa SIK yang menahan dua nama pertama di Poltabes Padang, korban dianiaya di rumah tersangka. Aksi berkaitan dengan upaya menjalankan tradisi senior-junior IPDN di kala Lebaran.

Ansyar mengatakan, kekerasan yang dilakukan para praja itu telah menodai nilai Lebaran. Hakekat pendidikan itu, kata mantan Rektor IKIP Padang tersebut, untuk me-manusia-kan manusia. Itu bisa ditempuh lewat jalur pembiasaan, pembelajaran dan keteladanan.

Ansyar menyarankan Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi menghentikan pengiriman siswa lulusan SLTA asal Sumbar untuk menjadi praja di IPDN pada tahun ajaran mendatang. “Setidaknya untuk sementara, sambil melihat perubahan yang dilakukan pimpinan IPDN. IPDN harus bertanggung jawab terhadap tindak kekerasan yang dilakukan oleh para praja itu, walau itu di luar kampus mereka.”

Senada dengan itu, Wakil Ketua DPRD Sumbar, Masful meminta gubernur meninjau pengiriman praja asal Sumbar di IPDN. Gubernur harus mengklarifikasi kepada Rektor IPDN tentang sistem pendidikan di sana sebagai dasar pertimbangan peninjauan itu.

Lagi pula, menurut Wakil Ketua DPRD Sumbar Mahyeldi Ansharullah, untuk mendidik kedisiplinan, kekompakan dan cinta Tanah Air, tak perlu dengan kekerasan. Ketua DPW PKS Sumbar itu, mencontohkan di partainya, PKS, bisa mendidik kader untuk berdisiplin dan kompak tanpa kekerasan sedikit pun.

Gubernur Gamawan Fauzi yang dikonfirmasi Media mengaku sudah melaporkan kasus tersebut kepada Mendagri. “Saya hanya melaporkan apa adanya, sesuai pemeriksaan polisi tanpa menambahkan. Kita tunggu bagaimana respon Mendagri.”

Sebelumnya, Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Sumbar Sulthani Wirman mengakui pemprov melakukan sebagian seleksi untuk penerimaan para praja tersebut. Namun, seleksi terakhir, IPDN yang menentukan.

Menurutnya, setiap tahun 19 kabupaten/kota di Sumbar, masing-masing mendapat jatah dua orang lulusan SLTA untuk dikirimkan ke IPDN. (HR/OL-02)

http://www.media-indonesia.com/newsprint.asp?Id=81068&Jenis=a&cat_name=%3Ca+href%3D%2Frubrik%2Fdefault%2Easp%3Fcat%5Fid%3D4%3ENusantara%3C%2Fa%3E

Belum Ada Tanggapan to “– Aidil Zulfahmi”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: