IPDN/STPDN Watch
upaya mengingat kepentingan hajat hidup Masyarakat

Plt Rektor IPDN Minta Pemecatan Praja-nya Jangan Dikaitkan Aborsi

Gagah Wijoseno – detikcom, Jakarta – Pemecatan 2 praja wanita IPDN diduga kuat karena keduanya telah melakukan aborsi. Saat dikonfirmasi mengenai kebenaran berita itu, Plt Rektor IPDN Johannis Kaloh minta persoalan itu jangan dibesar-besarkan.

“Sudah lah kasihan mereka. Itu terlalu dibesar-besarkan. Sudah jatuh tertimpa tangga nanti,” katanya saat dihubungi detikcom, Kamis (17/5/2007).

Kaloh menerangkan, pemecatan keduanya karena tindakan indisipliner, bukan atas pertimbangan aborsi. Kebenaran berita itu bisa terungkap bila ada pernyataan keberatan soal pemecatan dari kedua praja IPDN itu.

“Ya mereka bisa mengajukan keberatan atas pemecatan itu dan mengatakan alasannya,” kata Kaloh.

Dua praja wanita yang diduga melakukan aborsi tersebut adalah nindya praja (tingkat III) asal Jawa Barat inisial LMS dan wasana praja (tingkat IV) asal Sumut, DS. Keduanya dipecat pada Rabu 16 Mei bersama 11 praja lainnya dalam apel luar biasa yang dipimpin oleh plt Rektor Johannis Kaloh. Sebelumnya, pada Senin 14 Mei, IPDN juga telah memberikan sanksi kepada 33 praja yang mayoritas berupa penurunan pangkat dan tingkat.

Impian praja yang dipecat untuk menjadi pejabat pamong praja sudah sirna. Kini, mereka kembali ke kampung halamannya tanpa membawa kesuksesan.

“Sekarang mereka sudah dipulangkan semua ke kampung halamannya masing-masing,” terang Kaloh. (gah/gah)

Belum Ada Tanggapan to “Plt Rektor IPDN Minta Pemecatan Praja-nya Jangan Dikaitkan Aborsi”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: