IPDN/STPDN Watch
upaya mengingat kepentingan hajat hidup Masyarakat

IPDN Dilaporkan ke KPK

DUGAAN KORUPSI
Kamis, 26 Juli 2007
JAKARTA (Suara Karya): Sejumlah petani dari Sumedang, Jawa Barat, melaporkan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan korupsi lahan negara.

Menurut Ketua Serikat Petani Kerakyatan Sumedang (SPKS) Apih Safari seusai melapor ke KPK, Rabu, IPDN telah memungut hasil sewa lahan kepada masyarakat petani di Sumedang. “Padahal yang disewakan adalah tanah milik negara,” ujar Apih yang didampingi dosen IPDN Inu Kencana Syafei.

Karena itu, Apih menduga telah terjadi kriminalisasi dalam penyewaan tanah yang dilakukan oknum IPDN. “Oknumnya inisialnya M,” ungkap Apih.

Untuk melengkapi laporan dugaan korupsi lahan negara, Apih pun membawa bukti pembayaran penyewaan tanah. Tanda pembayaran tersebut terkesan seadanya karena ada yang hanya berupa tulisan di kertas putih, bukan di lembaran kwitansi.

Pada kesempatan itu, Apih menuntut ganti rugi pada IPDN. “Kami menuntut uang kita dikembalikan, karena selama 13 tahun uang kita yang telah dibayarkan ke mereka kurang lebih Rp 1,5 miliar,” katanya.

Tuntutan itu, lanjut dia, sebenarnya sudah disetujui oleh IPDN namun masih terkendala soal jumlah yang harus dibayar IPDN. “Mereka punya cara menghitung sendiri,” katanya.

Sementara itu, orangtua almarhum Cliff Muntu, Noldie Muntu dan Sherly Rondonuwu, merasa dibohongi oleh Dekan IPDN Lexie M Giroth atas kematian anaknya yang disebutkan karena sakit liver akut, padahal faktanya meninggal karena dianiaya sesama praja IPDN.

Saat memberikan kesaksian di Pengadilan Negeri (PN) Bandung yang dipimpin Hakim Kresna Menon, Noldie mengaku dirinya mengetahui kematian anaknya saat ditelepon rekan Cliff Muntu pada Selasa (3/4) dinihari.

Selang 10 menit kemudian, kata Noldie, Lexie M Giroth mengabari bahwa Cliff Muntu sedang dirawat karena sakit liver akut. Tidak lama kemudian Lexie kembali menelepon dan mengabarkan bahwa Cliff telah meninggal dunia. “Saya sempat mempertanyakan kenapa pada telepon pertama Lexie mengatakan Cliff dirawat, tapi kemudian menyebutkan Cliff meninggal karena liver,” katanya. Bahkan, kata Noldie, Lexie juga mengatakan jenazah Cliff akan segera diurus untuk diterbangkan ke Manado.

Beberapa jam kemudian Noldie menerima telepon dari Kapolsek Jatinangor AKP Bashori yang mengabari Cliff meninggal tidak wajar dan polisi meminta izin untuk mengotopsi jenazah Cliff.

Noldie juga menyatakan tidak pernah memberikan kuasa kepada siapa pun, termasuk Lexie M Giroth, untuk menolak otopsi yang akan dilakukan kepolisian setempat.

Saksi lainnya, mantan Kapolres Sumedang AKBP Syamsul Bachri, mengatakan, ada rekayasa terorganisasi yang dilakukan pihak IPDN di balik kematian Cliff Muntu. (Jimmy Radjah/Ant)

http://72.14.253.104/search?q=cache:fVUO7YVOdhIJ:www.suarakarya-online.com/news.html%3Fid%3D178403+IPDN+%2B+Korupsi&hl=id&ct=clnk&cd=5&gl=id

Belum Ada Tanggapan to “IPDN Dilaporkan ke KPK”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: