IPDN/STPDN Watch
upaya mengingat kepentingan hajat hidup Masyarakat

Inu: Sepuluh Praja Tak Tersentuh Hukum

Kasus Narkoba

Bandung, 25 September 2003 18:26

Anggota Senat Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) Drs Inu Kencana Syafe`i Msi, Kamis mengungkapkan adanya jaringan pemakai dan pengedar narkotika serta obat terlarang di lingkungan praja (mahasiswa) STPDN.

Menurut Inu, jaringan pemakai dan pengedar narkoba di lingkungan STPDN yang telah terbongkar dan dibuatkan BAP (berita acara pemeriksaan)-nya melibatkan 11 praja. BAP dibuat oleh pengasuh praja, kemudian diteruskan ke Senat STPDN.

“Namun anehnya, ke 10 praja yang nyata-nyata sudah terbukti dan mengakui sebagai pemakai dan pengedar narkoba, tetap tidak tersentuh hukum, hingga sampai sekarang karir studi mereka di STPDN tetap mulus,” katanya.

Terbongkarnya jaringan pemakai dan pengedar narkoba di STPDN, kata Inu, bermula dari tertangkapnya Nindya Praja (mahasiswa tingkat III) bernama Niz (22), pada tanggal 13 Agustus 2002, yang kedapatan membawa dan menyimpan satu linting ganja kering.

Ketika hendak ditangkap, yang bersangkutan melawan dan melarikan diri serta menolak untuk diperiksa. Tetapi setelah dibekuk, Niz mengakui menyimpan ganja di dalam sebuah tas.

“Barang bukti ganja tersebut saat ini disimpan oleh Kepala Bidang Pengawasan STPDN, tetapi sayangnya oleh dia baru diajukan ke senat dua bulan kemudian, setelah Niz naik tingkat menjadi Wasana Praja (mahasiswa tingkat IV),” ujarnya.

Ketika masalah itu ditanyakan, kata Inu, dirinya malah diancam oleh Yana Syahyana, pamong pengasuh asrama kampus tempat Niz yaitu `Kecamatan Giriloka` yang membuat BAP terhadap Niz dengan nomor BAP Sh Uh/01/-/2002.

“Ancaman-ancaman seperti itu kerap terjadi di STPDN, sehingga kasus-kasus keterlibatan praja dalam jaringan pemakai dan pengedar narkoba menguap begitu saja, dan pelakunya lolos,” kata Inu.

Selain Nindya Praja Niz, menurut dia, masih ada enam orang praja yang terlibat sebagai pengedar dan pemakai narkoba, yakni Wasana Praja Fen (asal DKI Jakarta), Wasana Praja Au (Aceh), Wasana Praja Wir (Sulsel), Nindya Praja Aks (Sulsel), Nindya Praja Irf (Sulsel), Nindya Praja Bud (DKI Jakarta).

Sedangkan tiga praja lainnya terlibat sebagai pemakai, yaitu Nindya Praja Rah (Sulsel), Nindya Praja Ham (Sulsel), Wasana Praja Ike (Sulsel) dan Nindya Praja Yus (Sulsel).

“Saat diperiksa, para praja juga menyebut ada dua warga masyarakat yang memasok narkoba ke kampus STPDN, yaitu Dadang dan Bone,” ujarnya.

Di luar kasus narkoba, kata dia, ada pula kasus pengguguran kandungan yang telah di-BAP, yang dilakukan pasangan kekasih Nindya Praja Nur dan Ags, kata Inu Kencana Syafe`i. [Tma, Ant]

http://www.gatra.com/2003-09-25/artikel.php?id=31341

Belum Ada Tanggapan to “Inu: Sepuluh Praja Tak Tersentuh Hukum”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: