IPDN/STPDN Watch
upaya mengingat kepentingan hajat hidup Masyarakat

Depdagri Diminta Segera Bubarkan STPDN Jatinangor

Pontianak, Sinar Harapan

Departemen Dalam Negeri diminta sesegera mungkin merealisasikan pembubaran sistem pendidikan kader pemerintahan dalam negeri yang diselenggarakan secara sentralistik di Kampus Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat.

Demikian dikatakan Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar Silvanus Sungkalang kepada SH, Minggu (7/9). Menurutnya, STPDN tidak sesuai dengan semangat otonomi daerah.

“Sentralistik sistem pendidikan kader pemerintahan dalam negeri selama ini hanya merugikan kepentingan sumber daya manusia di daerah. Tidak jarang pula ditemui, perekrutan calon mahasiswa dijadikan ajang kolusi sejumlah oknum di Depdagri yang berimplikasi pada pelecehan sumber daya manusia di daerah,” ujar Sungkalang.

Menurut Sungkalang, kendati setiap provinsi mendapat kuota calon mahasiswa, pada kenyataannya panitia di daerah mesti memiliki komitmen berbau kolusi dengan oknum di Depdagri supaya jatah terpenuhi. Sering pula ditemui, dalam banyak hal teknis kelulusan, panitia dari Depdagri yang paling dominan.

Diperiksa
Sementara itu, terkait dengan tewasnya mahasiswa baru STPDN akibat ulah para seniornya, Mapolres Sumedang, Senin (8/9) siang, akan memeriksa sejumlah dokter dan tenaga medis rumah sakit (RS) Al-Islam Bandung. Para dokter dan tenaga medis yang diperiksa tersebut sempat menangani korban tewas, Wahyu Hidayat (20).

Tujuan pemeriksaan untuk melengkapi data bagi penyelidikan pihak kepolisian terhadap pembunuh Wahyu Hidayat. Demikian dikatakan Kapolres Sumedang AKBP Yoyok Subagiono.

Pihak Mapolres Sumedang juga akan memeriksa 99 mahasiswa tingkat III STPDN lainya. Pemeriksaan akan dilakukan secara maraton. ”Hal ini dilakukan agar pemeriksaan berjalan serempak dan cepat terselesaikan dan pihak kami akan cepat mendapatkan saksi kunci awal penganiayaan itu terjadi,” ujarnya.

Hingga Minggu (7/9) malam, pihak Polres Sumedang masih menahan tiga dari empat tersangka utama yang merencanakan aksi penganiayaan terhadap korban, yaitu Dadang Hadisurya, (21) asal Congeang, Sumedang, Yayan Sofian (21) asal Sukabumi, dan Hendi Setiadi (21) asal Margacinta Bandung. Tersangka lainya, Henry Marios (21), masih berstatus tahanan luar. (aju/fat/dio)

http://www.sinarharapan.co.id/berita/0309/08/nas07.html

Belum Ada Tanggapan to “Depdagri Diminta Segera Bubarkan STPDN Jatinangor”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: