IPDN/STPDN Watch
upaya mengingat kepentingan hajat hidup Masyarakat

Usut Suap Antara Pengasuh dan Praja di IPDN

Fetra Malona - Okezone

JAKARTA – Kekerasan yang terjadi diantara praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor karena maraknya kasus suap. Budaya ‘damai’ dengan menyediakan sejumlah uang dilakukan antara praja dengan pngasuh. Kondisi itu membuat geram Komisi X DPR.

“Departemen Dalam Negeri (Depdagri) segera mengambil tindakan tegas dengan membentuk tim dari Jakarta. Pecat pelaku suap dan tindak kekerasan, baik pengasuh maupun praja, kata Wakil Ketua Komisi X Hakam Naja saat berbincang dengan okezone di Jakarta, Rabu (4/4/2007).

Berikut petikan wawancaranya:

Kekerasan sudah menjadi trend di IPDN. Sebenarnya apa penyebab terjadinya budaya kekerasan di IPDN ?

Bila dilihat dari sudut pandang pendidikan pada masa lalu, plonco melalui pendekatan fisik merupakan hal yang biasa. Tapi, zamannya sudah berubah. Sebagian besar sekolah tinggi sudah tidak menerapkan pendekatan fisik lagi bagi mahasiswa baru atau yang melakukan kesalahan.

Uniknya, IPDN masih bangga dengan buadaya kedisiplinan yang seharusnya hanya diterapkan dalam militer. Saya nilai, sudah tidak layak IPDN memberlakukan itu. Apalagi, yang akan dilahirkan melalui sekolah itu adalah calon-calon birokrat.

Hasil penelitian salah satu dosen menyebutkan bahwa suap antara praja dan pengasuh membuat kekerasan hidup ?

Kalau memang seperti itu yang terjadi, maka instansi terkait seperti Depdagri segera mengambil tindakan tegas. Depdagri harus secepatnya melakukan antisipasi atau sanksi agar menimbulkan efek jera bagi pelakunya.

Seperti apa tindakan yang bisa ditempuh Depdagri ?

Pak Widodo AS sebagai pemegang tugas Menteri Dalam Negeri (Mendagri) segera membentuk tim untuk mengusut kasus suap yang dilakukan antara praja dengan pangasuh. Yang jelas, tim investigasi harus berasal dari Jakarta atau kalangan Depdagri.

Bagaimana kondisi para birokrat di Indonesia bila masih dalam pendidikan sudah membiasakan budaya suap. Saya harap, Pak Widodo tidak menunggu waktu lagi untuk membentuk tim yang bertugas membongkar budaya suap di IPDN.

Seorang dosen sudah meyerahkan data valid tentang kasus korupsi namun tidak ada reaksi. Komentar Anda?

Seharusnya, rektor sudah melihat gejala seperti itu. Tapi, bila suap sudah menjadi budaya maka rektor tidak akan bisa berbuat banyak. Untuk itu, tim yang ditugaskan membongkar jaringan bernuasa tindak kriminal itu harus segera ditangani.

Bagaimana dengan usulan untuk menghilangkan kekerasan dengan melakukan fit and proper test para pengasuh?

Usulan itu merupakan langkah yang sangat baik. Bila perlu dilakukan pula dengan tes psikologis bagi seluruh dosen dan pengasuh. Sehingga, mereka mampu menjalankan tugas dan membenahi berbagai budaya koruptor di IPDN. Bila Depdagri tidak melakukan langkah antisipasi maka korban nyawa kemungkinan akan kembali terjadi.

Apakah harus dibuat sanksi khusus seperti diturunkan tingkat atau dipecat bagi taruna yang melakukan tindakan kekerasan?

Dipecat Saja. Tida ada toleransi bagi praja yang melakukan tindakan kekerasan atau membudayakan praktek suap. Bukan hanya dipecat melainkan harus diseret ke pengadilan bila terbukti melakukan suap.

Apakah kasus IPDN menjadi perhatian serius kalangan DPR ?

Sudah pasti kami akan tindaklanjuti. Saat ini kan masih reses. Tapi, Komisi X pasti akan meminta klarifikasi dari berbagai pihak atas kematian Cliff Muntu, praja tingkat II. (fmh) 04/04/2007 16:34 WIB

http://www.okezone.com/index.php?option=com_content&task=view&id=11834&Itemid=99999999

Belum Ada Tanggapan to “Usut Suap Antara Pengasuh dan Praja di IPDN”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: