IPDN/STPDN Watch
upaya mengingat kepentingan hajat hidup Masyarakat

Masuk STPDN bayar 60-75 juta

Indra Dailami MEDAN

Apa jadinya kalau sogok menyogok sudah menjadi suatu kewajiban untuk memasuki suatu lembaga pendidikan? Tentu saja yang terjadi adalah kualitas lulusan yang memprihatinkan sekaligus bermental korup.Hal inilah yang tampaknya terjadi dalam seleksi penerimaan calon praja di STPDN (Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri).

 Menurut berita di salah satu surat kabar terbitan Medan, untuk dapat lulus seleksi tahapan pertama di sekolah favorite tersebut kita harus membayar sejumlah uang untuk menjamin kelulusan. Selama ini, panitia daerah Sumut terkesan menutup-nutupi pasaran masuk STPDN yang kabarnya mencapai Rp. 60 – Rp. 75 juta per siswa yang dibayar dalam tiga gelombang. Luar biasa!Bahkan, seorang sekretaris fraksi PDIP di DPRD Sumut juga mengklaim bahwa seleksi penerimaan sarat dengan unsur kecurangan.

Memang, sudah menjadi rahasia umum bahwa untuk masuk ke bidang-bidang yang menjanjikan seperti STPDN maka tak terlepas dari sogok menyogok dan hal itu mungkin sudah berlangsung sejak lama. Besar uang yang harus disediakan pun semakin lama semakin meningkat (yang mungkin saja terimbas dengan naiknya nilai tukar dollar). Gejala apakah ini?Maraknya suap atau sogok meski era ORBA sudah berganti tidak terlepas akibat rapuhnya hukum dan rendahnya moralitas sebagian besar masyarakat kita utamanya para pejabat.

Disamping itu, terkait juga dengan situasi politik dan ekonomi yang sedang sulit. Namun, apapun alasannya, walau kondisinya sudah sedemikian parah kita harus membenahi dan membersihkannya sesegera mungkin. Sangat tidak populer bila dunia pendidikan harus menjadi korban.Seharusnya semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk masuk ke STPDN. Bukan terbatas hanya kepada mereka orang-orang berduit saja. Jika sudah begitu, maka jangan heran jika banyak pejabat pemerintahan yang korup. Yah, minimal untuk mengembalikan modal mereka yang terpakai sewaktu memasuki sekolah sesegera mungkin. Dalam kasus STPDN, untuk melihat bukti kebenaran adanya sogok menyogok sangat mudah yaitu dengan melihat data beberapa tahun terakhir, siapa dan apa pekerjaan orang tua si calon mahasiswa.Dan kenyataannya, yang namanya sogok ini bukan hanya di STPDN saja, tetapi hampir di segala bidang. Mulai dari masuk PNS, masuk Polisi, masuk tentara sampai urusan tilang menilang. Luar biasa! 

http://www.pintunet.com/lihat_opini.php?pg=2002/08/01082002/6125

Belum Ada Tanggapan to “Masuk STPDN bayar 60-75 juta”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: