IPDN/STPDN Watch
upaya mengingat kepentingan hajat hidup Masyarakat

LAGI, IPDN PECAT 13 PRAJA BERMASALAH

Praja IPDN 

Metrotvnews.com, Sumedang: Serangkaian peristiwa kekerasan dan berbagai pelanggaran yang dilakukan para praja benar-benar membuat gerah petinggi Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Tak mau tercoreng untuk kesekian kalinya, pihak IPDN mulai mengambil tindakan-tindakan tegas terhadap para praja bermasalah. Rabu kemarin, petinggi IPDN kembali memecat 13 praja yang terbukti melakukan tindakan asusila. Sebelumnya, pihak IPDN telah memecat lima praja yang melanggar berbagai aturan keprajaan.

Ketua Komisi Disiplin IPDN Burhanudin Jalil kepada wartawan di Sumedang, Jawa Barat, Kamis (17/5), mengatakan, dari ke-13 praja yang dipecat, dua di antaranya terbukti melakukan tindakan asusila. Sedangkan sembilan praja lainnya diberhentikan dari IPDN karena meninggalkan kampus lebih dari tujuh hari.

Sebelumnya pada 14 Mei silam, IPDN juga memberikan sanksi kepada 32 praja yang melanggar aturan, lima di antaranya dipecat. Kelima praja yang dipecat diwajibkan mengembalikan biaya pendidikan ke IPDN. Pemberian sanksi kepada 32 praja bermasalah dilakukan dalam apel luar biasa yang dipimpin pejabat pelaksana tugas Rektor IPDN Johanes Kallo. Menurut Johanes, ke-32 praja telah melanggar peraturan disiplin keprajaan, di antaranya mabuk minuman keras, memakai narkoba, berkelahi dan membolos.

Selain kasus kekerasan senior terhadap yunior yang mengakibatkan puluhan praja IPDN tewas, di kampus pencetak calon pejabat itu ternyata juga ditemukan sejumlah kasus yang tidak kalah mencengangkan. yakni aborsi dan praktik suap. Menurut Andi Asikin, dosen IPDN, dugaan praktik suap dan pungutan liar marak terjadi di kampus pencetak birokrat tersebut. Contohnya, menurut Andi, beberapa praja yang sudah dipecat bisa diangkat kembali setelah membayar uang hingga belasan juta rupiah.

Kasus aborsi juga marak terjadi di IPDN. Hal ini kerap dilakukan para praja yang hamil di luar nikah. Beberapa aktivitas politik yang dinilai berlebihan juga kerap ditemukan. Menurut Andi, pihaknya pernah menemukan sejumlah praja yang sengaja membuat kaos berlogo gerakan separatis Republik Maluku Selatan (RMS). Para petinggi IPDN juga sering menggunakan kekuasaan mereka untuk memaksa para praja memilih partai politik tertentu. Ini kerap dilakukan menjelang pemilihan umum.(DEN)17 Mei 2007 18:30 WIB

http://www.metrotvnews.com/berita.asp?id=38892

Belum Ada Tanggapan to “LAGI, IPDN PECAT 13 PRAJA BERMASALAH”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: