IPDN/STPDN Watch
upaya mengingat kepentingan hajat hidup Masyarakat

Akui Kemungkinan Suap Masuk STPDN

JAKARTA, SRIPO — Keburukan STPDN makin lama makin terbuka. Bahkan kali ini diakui Sekjen Depdagri Dr Siti Nurbaya. Ia mengatakan, ada kemungkinan suap untuk masuk Sekolah Tinggi Departemen Dalam Negeri (STPDN). Indikasi itu dilihatnya dari kasus-kasus yang menyeruak secara sporadis menyangkut STPDN.

“Sebetulnya aneh, seharusnya tidak terjadi yang begitu-begitu. Yakni dugaan adanya suap, atau meninggal karena lemah fisik. Saya sedang cek data-data tersebut,” kata Siti Nurbaya di Kampus STPDN, Jl Raya Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (27/9).

Pejabat yang kini diserahi tugas menangani STPDN ini datang untuk memberikan pengarahan-pengarahan untuk penyelesaian secara cepat persoalan di kampusnya para calon pamong praja ini. Ia akan berada di STPDN hingga larut malam untuk menemui secara maraton pihak-pihak pengelola STPDN. 

Dijelaskan Siti, kemungkinan ada penyuapan untuk masuk STPDN ini dirinya tidak tahu persis. Untuk itu, sudah dua tahun terakhir pihak Sekretaris Jenderal Depdagri menangani langsung proses rekrutmen praja di STPDN. 

“Yang menangani dalam dua tahun ini saya dan Kabag Diklat. Penyaringan ada di Badan Diklat tapi penentuan akhir ada di Sekretaris Jenderal. Terus terang mulai tahun lalu ditangani langsung Sekjen, dan tahun ini lebih kita perketat lagi. Kontrol yang dilakukan yakni kontrol data untuk menghilangkan kemungkinan salah rekrut,” jelasnya. 

Namun, Siti mengakui langkah yang dilakukannya tidak mudah. “Kaitannya dengan panitia berjenjang untuk pola rekrutmen praja STPDN. Kita memperoleh hasil yang sudah dites dari propinsi. Dan pihak propinsi memperolehnya dari tes di kapubaten dan kota.” 

Menurut Siti, bisa jadi rantainya ada di kabupaten atau kota. “Itu yang coba kita putus. Artinya kita terus mencari metode yakni dengan mengandalkan data terukur yang bisa kita lihat,” jelasnya. 

Siti mengakui bahwa ada beberapa calon kiriman propinsi yang tidak lulus kriteria terpaksa diserahkan lagi ke pihak propinsi untuk ditukar. Namun, langkah itu baru dilakukan dalam dua tahun terakhir ini. 

Selanjutnya Siti juga menyatakan akan melakukan pendataan riwayat praja-praja yang bermasalah di STPDN. 

“Saya akan merekap data-data praja yang bermasalah. Saya akan meminta data riwayat termasuk yang sakit-sakitan, yang melarikan diri dari STPDN, yang desersi, yang diberhentikan, yang bandel-bandel. Saya mau lihat data dasarnya dari zaman dulu untuk pendataan riwayat. Datanya ada.”

Langkah-langkah lanjutan pasca-pengambilalihan ini dilakukan untuk melihat lebih jernih persoalan di STPDN. “Evaluasi di tingkat manajemen, intinya tiga. Pertama orang atau personel, kedua program, dan berikutnya anggaran,” tegasnya. 

Dalam kesempatan itu Siti Nurbaya juga mengimbau pihak kepolisian memperhatikan sisi psikologis praja saat rekonstruksi berlangsung.  “Mereka sedang merasa dimusuhi,” jelasnya. (Dtc) 29 September 2003

http://www.indomedia.com/sripo/2003/09/29/2909uta2.htm

Belum Ada Tanggapan to “Akui Kemungkinan Suap Masuk STPDN”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: